Stasiun MRT Jakarta di Bundaran HI (Photo: Emy T/BD)

Pengalaman Seru Naik MRT Jakarta, Moda Transportasi Bergengsi Sekaligus Sarana Wisata

(Beritadaerah – Kolom) Saya menyempatkan mencoba moda transportasi kebanggaan Indonesia khususnya warga DKI Jakarta, yakni MRT Jakarta. Sengaja saya naik dari stasiun Lebak Bulus menuju stasiun terjauh –Bundaran HI. Berbagai perasaan berkecamuk sejak menjelang memasuki pintu masuk stasiun, ada rasa bangga memang ketika MRT Jakarta ini menjadi sebuah kenyataan.

Nampak banyak calon penumpang yang memang tujuannya menjajal moda bergengsi ini, ada yang naik-turun di beberapa stasiun, ada yang ambil rute ujung ke ujung, dan ada juga yang sengaja bolak-balik untuk merasakan pengalaman naik MRT Jakarta ini. Rata-rata penumpang yang saya amati jarang yang sendirian, kebanyakan berombongan. Ada rombongan anaka sekolah, sekelompok anak muda berjaket seragam, komunitas ibu-ibu arisan, dan keluarga besar sampai kakek-nenek dan cucu serta pembantu rumah tangga diajak.

Antrian Calon Penumpang MRT di Stasiun Lebak Bulus (Photo: Emy T/ BD)

Ada nuansa kegembiraan khas Indonesia, kebersamaan dan kekeluargaan. Dan satu pemandangan menarik lainnya, di semua sudut dan proses layanan banyak sekali orang mengambil foto, ber swa-pfoto bahkan ngevlog. Mulai dari android biasa sampai kamera besar lengkap dengan tripodnya tampak disana-sini. Sungguh seru.

Hari Selasa, 2 April 2019, saat saya berkunjung ini disayangkan Vending Machine masih dalam perbaikan, jadi semua calon penumpang hanya bisa membeli tiket di loket selain yang menggunakan kartu e-money atau flazz. Namun para calon penumpang sejauh yang saya amati tidak mengeluh, masing-masing asik dengan pengalaman barunya dan masih menikmati tariff 50% sampai akhir bulan April 2019. Petugas stasiun menyediakan counter khusus juga untuk top-up atau beli baru kartu e-money, ini sangat membantu calon penumpang memiliki alternative cara pembelian tiket.

Loket pembelian tiket MRT Jakarta di Stasiun Lebak Bulus (Photo: Emy T/ BD)

Memasuki area kedatangan dan keberangkatan penumpang ada suasana menyenangkan karena selain suasana yang bersih dan nyaman juga disediakan wall of fame untuk berfoto dengan gambar MRT. Nampak bergantian orang mengantri berfoto, bahkan yang tidak kenalpun menjadi bertegur sapa karena saling bantu mengambilkan gambar.

Tiba saatnya saya memasuki MRT dengan tujuan akhir stasiun Bundaran HI. Sesama calon penumpang saling senyum bahkan saling sapa “Barupertama kali naik MRT ini?”, dan rata-rata baru pertama kali. Rombongan ibu-ibu dari Ciledug tampak sangat gembira berfoto-foto, bahkan membuat rekaman sambil berkata: “Pak Jokowi…..terimakasih ada MRT”, demikian sambil melambai-lambaikan tangan.

Suasana di dalam MRT Jakarta (Photo: Emy T/ BD)

Ada yang luar biasa dengan MRT Jakarta ini, dari Lebak Bulus ke Bundaran HI total ada 13 stasiun, dengan waktu tempuh sekitar 28.5 menit, kita melewati beberapa stasiun fly over dan beberapa stasiun under ground, jadi ada paduan pemandangan.

Tiba di stasiun Bundaran HI ada dua pilihan exit yakni Thamrin dan Bundaran HI sendiri. Saya memilih Bundaran HI dan ternyata tepat muncul di trotoar Plaza Indonesia. Kebetulan bertepatan jam makan siang, sekalian menunggu antrian MRT kembali ke Lebak Bulus yang terlihat panjang karena jam makan siang. Kabarnya para pegawai kantoran di sekitar Bundaran HI sekarang suka makan siang di Blok M, demikian pula sebaliknya karena hanya perlu perjalanan 3 menit.

Pintu Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI (Photo: Emy T/ BD)

Sejenak makan siang di sebuah caffe di Plaza Indonesia dan berjalan berkeliling, selintas nampak komunitas-komunitas orang Jakarta Selatan. Barangkali karena mereka sangat dimudahkan menuju pusat kota jadi bisa ramai-ramai makan siang atau jalan-jalan Plaza Indonesia.

Kembali lagi dalam antrian menuju stasiun Lebak Bulus, saya berkenalan dengan seorang Ibu setengah baya tinggal di Menteng, yang menepuk bahu saya dan bertanya “Ini menuju Lebak Bulus?”. Berawal dari pertanyaannya terjalin komunikasi. Ternyata ibu ini berdua dengan pegawainya, sama-sama ingin menjajal MRT.  “Saya senang, sekarang  ada MRT di Jakarta. Saya bangga Indonesia hebat, terimakasih pak Jokowi”.

Akhirnya, tibalah kami di stasiun Lebak Bulus, si Ibu melambaikan tangannya: “Sampai ketemu ya….”, seperti teman yang sudah lama kenal. Sebuah pengalaman menarik satu kali perjalanan naik MRT Jakarta yang nampaknya selain moda transportasi bakal menjadi destinasi wisata Ibukota.

Penulis: Emy Trimahanani

 

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.