Ma’ruf Amin: Kesetaraan Gender Dalam Berusaha Melalui DEWI dan DEDI

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Debat Capres-Cawapres 2019 kelima, berlangsung Sabtu (13/4/2019) di Ballroom Hotel Sultan Jakarta. Bagi Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Debat hari ini menyambung dari Kampanye Akbar Konser Putih Ber-SATU di GBK yang baru saja berakhir pukul 17.00 WIB tadi.

Salah satu topik yang menarik pada hari ini adalah pembahasan mengenai kesejahteraan sosial, disamping topik lain yaitu ekonomi, investasi, keuangan, perdagangan dan industri.

Pertanyaan tentang kesejahteraan sosial adalah sebagai berikut: “Partisipasi perempuan di ekonomi sangat sering memberikan kontribusi dalam kelompok masyarakat. Indeks masyarakat global WEF , tingkat partisipasi kerja perempuan 51%. ( Lebih rendah dari laki-laki). Diskriminasi masih sering terjadi. Bagaimana kebijakan dan strategi konkret menjamin perempuan dari diskriminasi di dunia kerja bukan hanya wacana”.

Capres 02 Prabowo memberikan penjelasan pentingnya kebijakan, undang-undang yang benar-benar mencerminkan kepentingan kaum perempuan, karena ini sangat menentukan sosial politik Indonesia. Dua per tiga ekonomi keluarga ditopang perempuan, mulai usaha di rumah dan usaha mikro kecil menengah.

Sandiaga Uno pun menambahkan perlunya pelatihan dan pendampingan, dan akses permodalan. Juga perlunya entrepreneurship dan program OK OCE.

Pihak Paslon 01 dimulai oleh Cawapres Ma’ruf Amin yang menjawab bahwa kesetaraan gender dalam berusaha sudah maksimal, tidak hanya dibidang ekonomi tapi dibidang politik bahkan akan ditingkatkan dibidang pemerintahan.

Ma’ruf Amin menjelaskan dalam pemberdayaan ibu-ibu, selain ekonomi tingkat tinggi juga melakukan UMI (kredit mikro), bank Wakaf mikro di pesantren, dimana nasabahnya 100% adalah perempuan. Melalui upaya ini pemberdayaan perempuan membuat ribuan ibu-ibu tertolong. Upaya ini akan terus dibangun dan dikembangkan sehingga diciptakan DEWI (desa wisata) dan DEDI (Desa Digital).

Capres 01 Jokowi pun menambahkan bahwa sudah ada program untuk ekonomi perempuan yaitu program Mekaar yang sudah berjalan empat tahun dimana sudah ada 4,2 juta lebih nasabah perempuan dari 10 juta target yang diberikan pinjaman untuk berdagang asongan, baso, dan mie. Ada pinjaman yang besarnya Rp. 3-4jt hingga Rp. 10jt, bila lebih dari Rp.10juta maka akan lari ke KUR yang bunganya 7-8%.

Program UMI yang sudah berjalan 1,5th juga sudah memiliki 1,15 jt nasabah yang lebih mikro lagi . Kelak akan dikoreksi, dibesarkan sehingga perempuan Indonesia produktif dan bisa memberikan income tambahan rumah tangga.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.