Ilustrasi: PLBN Skouw, Jayapura, Papua (Photo: Setkab)

PLBN Skouw Lalu Lintas dan Pintu Gerbang Ekspor Komoditas Pertanian

(Beritadaerah – Info Daerah) Aktivitas ekonomi di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua kini  terus meningkat. Hai ini terjadi semenjak kebijakan Presiden Jokowi menjadikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi beranda negara di tahun 2017. Didukung bangunan dan fasilitas serta sistem yang lebih modern, PLBN Skouw, di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, kini menjadi pintu gerbang eksportasi khusus barang-barang kebutuhan pokok, termasuk produk pertanian.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian – Ali Jamil, memberikan dukungannya melaluipercepatan layanan pemeriksaan karantina untuk komoditas pertanian yang di setiap batas negara, termasuk Skouw. Hal ini disampaikan saat melepas ekspor 1,75 ton produk turunan gandum berupa terigu asal Jayapura ke Papua Nugini, di Skouw, Jayapura, Minggu (14/4/2019).

Jamil juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran keamanan dan kepabean di PLBN ini yang telah bersama-sama melakukan tugas perlindungan dan pengawasan di batas negeri. Kerjasama ini dapat terus ditingkatkan kepada pengendalian upaya penyelundupan.

Sesuai arahan Presiden melalui Menteri Pertanian, guna meningkatkan eksportasi produk pertanian guna mendongkrak neraca perdagangan.”Papua tanah yang kaya, mari sama-sama kita optimalkan guna memberi nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Jamil.

Semenjak dibangunnya pasar modern di perbatasan serta kebijakan pemerintah provinsi Papua, kini menjadikan PLBN sebagai pusat ekonomi baru. Peluang ini harus dimanfaatkan sektor pertanian dengan  upaya peningkatan produktifitas sekaligus membuka akses pasar dengan harmonisasi peraturan dengan negara tetangga.

Kepala Karantina Jayapura, Muklis Natsir menyampaikan berdasarkan data otomasi Barantan, IQFAST terdapat 6 komoditas unggulan diwilayah kerjanya yakni vanili, biji kopi, cangkang sawit, CPO, biji kakao dan kopra.

Data yang ada mencatat selama trisemester 2019, lalu lintas antar area komoditas tersebut adalah Vanili (eks impor PNG) sebanyak 58,8 ton tujuan Bali, Jogjakarta dan Surabaya senilai Rp. 35,5 milyar. Biji Kopi sebanyak 2,1 ton tujuan Bali, Surabaya, dan Jogjakarta senilai Rp. 698,2 juta. Cangkang sawit 518,5 ton tujuan Medan, Kalimantan dan Surabaya senilai Rp. 518,5 juta. CPO (minyak Sawit) sebanyak 6,1 ton tujuan Surabaya, Medan dan Kalimantan senilai Rp. 33,6 milyar. Biji Kakao sebanyak 75,9 ton tujuan Surabaya, Medan dan Kalimantan senilai Rp. 2,2 milyar. Kopra senilai 33,7 ton tujuan Surabaya, Medan dan Kalimantan senilai Rp. 101,1 juta.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.