Maksimalkan Potensi Destinasi Labuan Bajo, Kemenpar Gelar FGD

(Beritadaerah – Labuan Bajo) Sebagai destinasi wisata yang terkenal di dunia, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memaksimalkan potensi wisata yang ada di kawasan ini. Labuan Bajo telah menjadi destinasi favorit para pesohor dunia untuk berlibur dan umumnya mereka sangat menikmati eksotis alamnya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengelar Focus Group Discussion (FGD) Kesiapan dan Strategi Peningkatan 3A Zona Otoritatif dan Koordinatif Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo. FGD ini digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Hadir dalam FGD ini Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Shana Fatina, Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kemenpar Abdu Rahman, Kepala Balai TN Komodo Lukita Awang Nisyantara, Plt. Kadispar Manggarai Barat Istasius Angger Anindito, dan Kasubbit Kawasan Strategis II Kemenpar Raymond Tirtoadi.

Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kemenpar Abdu Rahman, mengatakan bahwa dalam 5 tahun ini sektor pariwisata tumbuh pesat, pada tahun 2018 tumbuh hingga 22% melebihi pertumbuhan pariwisata dunia dan beberapa negara di ASEAN, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, devisa, sehingga meningkatkan pendapatan daerah juga kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan pariwisata berkelanjutan di Taman Nasional Komodo (TNK) dari sisi pengunjung sudah melebihi kapasitas, jangan sampai kita memburu jumlah wisatawan tetapi karena over kapasitas justru akan merusak kawasan ini, kita harus mencari solusi untuk mengantisipasinya,” ujar Abdu Rahman dalam siaran persnya yang diterima oleh Beritadaerah.co.id, Kamis (2/5).

Sementara itu Kepala Balai TNK Lukita Awang Nisyantara mengatakan, Taman Nasional Komodo itu bagian dari Koral Triangle dan dikelola secara sistem zonasi, di TN Komodo ini ada 3 Desa yaitu, Desa Komodo, Desa Papagarang dan Desa Pasir Panjang.

Selain destinasi utama TN Komodo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat diharapkan dapat mengembangkan destinasi yang ada di daratan Labuan Bajo. Selain itu pemerintah daerah dapat memanfaatkan daerah pariwisata yang sudah established, terutama yang sudah menjadi hub seperti Kupang, Bali dan Lombok, untuk menarik wisatawan datang ke Labuan Bajo.

Sedangkan Menurut Plt. Kadispar Manggarai Barat Istasius Angger Anindito menjelaskan indikator di tahun 2024 yang harus dicapai sektor pariwisata yang pertama adalah devisa. Istasius mengharapkan bahwa pariwisata di NTT ada develop paket Tour dengan 3A yang baik, supaya bisa menuju devisa yang ditargetkan. Targetnya yakni dari US$1000 per orang menjadi US$1300 per orang di tahun 2024 sebagai tahap awal yang dicapai.

Raymond Tirtoadi selaku Kasubbid Strategi II Kemenpar, menuturkan pembangunan infrastruktur Labuan Bajo menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang menerapkan kearifan lokal, green infrastruktur dan pariwisata berkelanjutan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*