Sales Mission Adventure di Singapura Bukukan Transaksi Sebesar Rp 13,8 Miliar

(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengelar kegiatan Sales Mission Adventure di Violet Oon, Clarke Quay, Singapura, pada tanggal 8 Mei 2019. Dalam kegiatan tersebut Indonesia sukses membukukan transaksi hingga lebih dari 5.971 pax atau Rp13,8 miliar.

Negara Singapura merupakan pasar yang potensial bagi pariwisata Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2019, wisatawan Singapura menempati urutan kedua kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terbanyak datang ke Indonesia setelah Malaysia. Sedangkan pada tahun 2018, kunjungan wisman Singapura sebanyak 1.750.913 dengan pertumbuhan 16% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.512.813 wisman. Kemenpar menargetkan pada tahun 2019, kunjungan wisman Singapura sebesar 2,12 juta dari target 20 juta kunjungan wisman seluruh pasar mancanegara.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dessy Ruhati di Jakarta, Kamis (9/5), mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini sangat penting untuk memperkenalkan potensi wisata adventure Indonesia.

“Apalagi Indonesia memiliki lebih dari 100 destinasi petualangan yang luar biasa. Ini menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia,” ujar Dessy dalam keterangan persnya kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (9/5).

Upaya promosi tersebut membawa kabar baik, Kemenpar membawa 11 Industri (akomodasi, travel agen (TA)/Tour Operator (TO), pengelola wisata minat khusus). Mereka berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, D.I Yogyakarta, dan Bali.

Dalam Sales Mission Adventure ini, para pelaku industri wisata Indonesia dipertemukan dengan 31 buyers asal Singapura. Para buyers Singapura mengaku tertarik membawa wisatawan Singapura untuk berwisata petualangan di Indonesia.

“Setiap tahun Indonesia dikunjungi sekitar 100.000 wisatawan minat khusus petualang dari seluruh dunia. Menurut Adventure Travel Trade Association (ATTA), 67 persen pengeluaran wisatawan petualangan dilakukan di destinasi yang mereka kunjungi. lni menunjukkan kegiatan wisata petualangan sangat besar perannya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal,” kata Dessy.

Dessy Ruhati menambahkan bahwa program ini sangat efektif. Pasalnya akan mempertemukan langsung sellers Indonesia dengan buyers Singapura. Kegiatan ini dirancang dengan kegiatan table top atau B to B dengan konsep mingle. Karena kegiatan dengan format B to B jauh lebih efektif untuk mengejar target jumlah wisatawan.

Dipilihnya Singapura menjadi lokasi sales mission ini juga bukan tanpa sebab. Singapura merupakan salah satu fokus pasar wisatawan mancanegara, khususnya ASEAN ke Indonesia. Apalagi Indonesia cukup diuntungkan dengan kedekatan (proximity) teritorial dengan Singapura. Dimana Singapura memiliki beberapa titik cross border dengan Indonesia yaitu Batam dan Bintan. Singapura pun menjadi hub internasional yang sangat baik untuk dieksplorasi.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*