Perluas Pasar Ekspor Eropa, Indonesia Kerjasama dengan Kerajaan Belanda

(Beritadaerah – Jakarta) Dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional dan perluasan pasar ekspor produk lokal ke kawasan Eropa, Pemerintah Indonesia melakukan kerjasama dengan Kerajaan Belanda. Kerjasama ini telah dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perindustrian RI dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI), yang merupakan badan di bawah Kementerian Luar Negeri Belanda.

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Restu Yuni Widayati bersama Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Ferdinand Lahnstein yang mewakili pihak CBI Belanda. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Mei 2019 di Kemenperin, Jakarta.

“Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama periode sebelumnya, antara CBI Belanda denganDitjen KPAII Kemenperin tentang MoU on Industrial Technical Cooperation berikut juga Technical Arrangement untuk Engineering Sector dan Food Ingredients Sector yang ditandatangani pada April 2013 dan telah berakhir pada April 2018,” kata Sekretaris Ditjen KPAII Kemenperin Restu Yuni Widayati yang dikutip laman Kemenperin, Rabu (22/5).

Menurut Restu, MoU ini akan berlaku selama lima tahun (2019–2023) dan fokus pada kelompok produk seaweed extractsessential oils, dan plant extracts yang akan menyasar pasar kosmetik dan makanan (suplemen) di Eropa.

Produk natural ingredients Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan pasar Eropa, mengingat Indonesia memiliki kapasitas produksi yang tidak dapat diabaikan. Namun di sisi lain, daya saing masih menjadi tantangan bagi produsen natural ingredients Indonesia untuk memasuki pasar Eropa. Natural ingredients digunakan secara luas di berbagai produk makanan (suplemen) dan produk kosmetik. Salah satu pasar utama di dunia untuk produk makanan dan produk kosmetik adalah Eropa.

“Tantangan daya saing ekspor inilah yang coba dijawab melalui inisiasi kerjasama antara Kemenperin dengan beberapa lembaga mitra internasional seperti CBI Belanda,” tutur Restu.

Sementara itu Plt. Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Ngakan Timur Antara menyatakan, Belanda merupakan mitra penting Indonesia untuk kerjasama ekonomi di kawasan Eropa. Untuk itu, keduanya terus berupaya meningkatkan kemitraan dan kerjasama ekonomi yang komprehensif.

Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia merupakan salah satu mitra ekonomi utama bagi Belanda. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 5,1 miliar pada tahun 2018 dengan surplus di sisi Indonesia sebesar USD 2,6 miliar.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*