UNWTO akan Tetapkan Ubud Menjadi Destinasi Wisata Gastronomi Dunia

(Beritadaerah – Jakarta) Keindahan Pulau Bali begitu populer di mata dunia, bahkan telah ditetapkan menjadi destinasi terbaik di Asia tahun 2019 versi TripAdvisor. Salah satu destinasi yang memiliki keindahaan alam yang sangat mempesona para wisatawan di Pulau Bali adalah Ubud, yang berada di Kabupaten Gianyar.

Selain memiliki keindahan pemandangan hutan, sawah, dan gunung, Ubud dikenal dengan seni dan budayanya yang berkembang sangat pesat. Organisasi Pariwisata Dunia PBB atau United Nation World Tourism Organization (UNWTO) akan menetapkan Ubud sebagai destinasi wisata gastronomi dunia sesuai standar dan sertifikasi internasional. Mengutip wikipedia, gastronomi sendiri adalah seni atau ilmu soal makanan yang baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat jumpa pers “Kick Off” penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, di Jakarta, Selasa (11/6).

Dalam acara jumpa pers ini juga dihadiri Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau, Project Specialist UNWTO Aditya Amaranggana, dan Lead Experts UNWTO Roberta Garibaldi.

“Secara holistik penetapan dan penilaian Ubud sebagai destinasi gastronomi merupakan yang pertama di dunia. Dan ini menjadi contoh untuk daerah lainnya seperti Bandung dan Joglosemar,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (12/6).

Menpar Arief juga menjelaskan, penetapan Ubud ini akan menjadi contoh bagi destinasi lainnya di Indonesia. Terdapat tiga tahapan penting dalam proses mengangkat Ubud menjadi destinasi gastronomi dunia. Yang pertama, adalah melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO.

Kedua, lanjut Menpar, penilaian oleh UNWTO dan dilakukan mulai proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail termasuk 600 wawancara kepada semua stakeholders gastronomi, food and beverages, produsen, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal juga asing.

“Proses di lapangan akan berlangsung delapan hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya, sedangkan questionares akan dilakukan online dan offline selama tiga minggu. Pada tahap ini juga dilakukan perencanaan dan strategi rekomendasi,” katanya.

Ketiga, rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders untuk kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019.

Sementara itu Vita Datau menambahkan, Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat ditetapkan sebagai destinasi wisata gastronomi prototype UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO.

Untuk dapat dinyatakan sebagai prototype, terdapat lima kriteria standar untuk Destinasi Gastronomi UNWTO di antaranya adalah gaya hidup, produk lokal, budaya dan sejarah, cerita di balik makanan, serta nutrisi dan kesehatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Bali selama 2018 mencapai 6.070.473 orang, sedangkan tahun 2017 mencapai 5.697.739 orang.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.