Pantai Virgin Bali (Foto: Kominfo)

Virgin Beach Calon Saingan Pantai-pantai Terkenal di Bali

(Beritadaerah – Nasional) Beberapa pantai terkenal di Bali tentu Anda sudah mengenalnya seperti pantai Kuta, Sanur, Jimbaran, Tanah Lot, Uluwatu, Dreamland, dan pantai-pantai lain yang dulu dikenal.

Salah satu pantai yang belum seterkenal pantai-pantai di atas namun memiliki keindahan luar biasa adalah Pantai Pasir Putih atau yang lebih dikenal dengan nama Virgin Beach. Pantai ini terletak di kabupaten Karangasem, desa Perasi, dekat jalan Raya Bukit Asah di Desa Adat Bugbug. Pantai ini sudah menjadi destinasi pilihan wisatawan yang menyukai indahnya pantai dengan suguhan warna Turquoise dan ombaknya yang menawan.

Daya tarik dari pantai ini adalah posisinya yang dikelilingi Bukit Asah dan pasir pantainya bersih. Pantai dengan panjang sekitar 500 meter itu memiliki pasir lembut dan putih sehingga warga setempat menyebutnya Pantai Pasir Putih. Bukan hanya wisatawan lokal, beberapa wisatawan mancanegara pun asyik berenang, snorkling, diving atau sekadar berjemur di pantai ini.

Salah seorang wisatawan mancanegara asal London, Inggris, yang sedang berlibur mengaku takjub dengan Virgin Beach. Selain pantainya bersih airnya pun jernih, suasananya tenang, sepi dan aman.

Bagi wisatawan local atau mancanegara yang mengunjungi Virgin Beach, tak perlu khawatir jika haus dan lapar, karena beberapa masyarakat setempat mulai membangun kafe dan warung sejak tahun 2005 yang menjual minuman ringan, kopi, juga kacamata untuk snorkling. Rata-rata warung dan kafe di Pantai Pasir Putih ini dapat meraup keuntungan mencapai 20 juta per bulan.

“Pantai ini mulai didatangi wisatawan di tahun 2000-an, tetapi yang datang lebih banyak wisatawan mancanegara dikarenakan medan yang ditempuh sedikit sulit dilalui serta belum terdapat hotel dan villa,” ungkap Ni Luh Metajunita Dewi yang sudah berjualan cukup lama di Pantai Pasir Putih.

Ni Luh Metajunita Dewi mengungkapkan bahwa dukungan dari pemerintah setempat belum ada untuk Pantai Pasir Putih ini, selama ini untuk kebersihan dan keamanan dilakukan masyarakat setempat secara swadaya.

Para nelayan setempat menyediakan jasa untuk mengantar wisatawan dengan perahu nelayan keliling pulau dan juga ke lokasi penyelaman atau snorkeling dengan dikenakan biaya sebesar Rp.500 ribu rupiah per perahu.

Sebelum wisatawan berdatangan, pantai ini hanya sebagai tempat nelayan berlabuh. Namun, kini sebagian besar sudah menjadi objek wisata bagi wisatawan, walaupun sebagian masih tetap menjadi tempat perahu nelayan berlabuh.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.