Sri Mulyani pada Rapat Paripurna DPR RI 12 Juni 2019 (Foto: Dok Kemenkeu)

Tanggapan Menkeu Terhadap Pandangan DPR Mengenai KEM PPKF 2020

(Beritadaerah – Nasional) Menteri Keuangan RI Sri Mulyani pada Rapat Paripurna DPR RI menyampaikan  Tanggapan Pemerintah Terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi DPR RI atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2020, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6).

Sri Mulyani mengatakan, infrastruktur penting untuk menunjang perbaikan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sepakat bahwa laju inflasi yang terkendali menjadi salah satu kunci dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga daya beli masyarakat. Ia memastikan, infastruktur dan laju inflasi terus menjadi fokus Pemerintah dalam kebijakan ekonomi makro.

“Pembangunan infastruktur secara masif telah dilakukan dan akan terus dilakukan karena Indonesia masih tertinggal dalam ketersediaan dan efisiensi infrastruktur dan logistik. Ketersediaan infrastruktur juga telah dinikmati oleh masyarakat, seperti yang terlihat selama kegiatan mudik Lebaran. Infrastruktur juga menopang usaha kecil menengah dalam akses pasar dan memanfaatkan ekonomi digital dan e-commerce,” jelas Sri Mulyani.

Terkendalinya laju inflasi dalam 4 tahun terakhir telah berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan yang telah berhasil ditekan hingga menyentuh single digit pada tahun 2018. Di tahun 2020, strategi pengendalian laju inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil diwujudkan dalam strategi 4K, yaitu: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

Pemerintah menyadari bahwa risiko tekanan inflasi muncul dari problem ketersediaan pasokan dan distribusi. Untuk itu, Pemerintah berupaya keras untuk menguatkan sisi penawaran dengan melakukan peningkatan kapasitas produksi nasional melalui dukungan subsidi pupuk dan kredit sektor pertanian, bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan infrastruktur pertanian untuk mendukung ketersediaan pasokan domestik.

“Kebijakan-kebijakan tersebut juga akan didukung perbaikan tata niaga pangan dan kebijakan pemenuhan pasokan baik dalam maupun luar negeri untuk menajga stabilitas harga. Pemerintah memberikan alokasi anggaran untuk cadangan pangan sebagai langkah untuk mendukung ketersediaan pasokan.Selain itu, jika diperlukan, kebijakan impor secara terbatas juga akan dilakukan pada komoditas tertentu dan pada periode tertentu sebagai respons persediaan domestik yang belum memadai,” papar Sri Mulyani.

Strategi menjaga inflasi juga dterjemahkan melalui alokasi anggaran untuk subsidi yang juga didukung kebijakan untuk menjaga daya beli melalui anggaran bantuan sosial. Pemerintah juga menjalankan operasi pasar dan pasar murah, terutama di masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

“Untuk stabilisasi harga, Pemerintah memperkuat kerja sama dan sinergi di tingkat pusat dan daerah, juga bersama dengan Bank Indonesia. Sinergi antara Pemerintah dan Bank Indonesia semakin dikuatkan melalui kerangka Tim Pengendalian Inflasi Nasional dan Daerah. Dengan demikian, diharapkan inflasi di tahun 2020 dapat berada dalam sasaran inflasi pada level rendah dan stabil pada kisaran 3,0±1,0 persen,” pungkas  Sri Mulyani.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

2 comments

  1. Kita bersyukur dengan pemerintah sekarang yang jeli, tajam dan fokus bekerja untuk memajukan bangsa ini.

  2. Mari terus dukung pemerintah yang berjuang dengan luar biasa bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Jangan berhenti mencintai Indonesa.

Leave a Reply to Melva Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.