Menperin Airlangga Hartatrto Tingkatkan Kerja Sama Industri 4.0 dengan Korea Selatan (Foto: Dok. Kominfo)

Indonesia Tingkatkan Kerjasama Industri 4.0 dengan Korea Selatan

(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memperkuat kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan dengan penandatanganan kerangka kerja teknis antara Kementerian Perindustrian dengan National Research Center (NRC) Republic of Korea.

Kedua belah pihak telah sepakat membentuk Working Level Joint Committee (Sub-Komite Bersama) dalam rangka implementasi aktivitas kerja sama terkait industri 4.0. “Kami berharap hubungan produktif antara Indonesia dan Korea Selatan dapat berlangsung hingga tahun-tahun mendatang,” kata Airlangga, Rabu (26/6/2019). Dan memang saat ini Indonesia merupakan special strategic partner bagi Korea Selatan. (Baca: Diplomacy Spotlight Special South Korea Indonesia)

Airlangga juga menemui Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Republik Korea untuk membahas sejumlah kerja sama antara kedua negara. Saat ini, Indonesia memiliki 10 kesepakatan kerja sama internasional dengan berbagai mitra di Korea Selatan. Enam di antaranya merupakan kerja sama antara unit di lingkungan Kemenperin dengan lembaga pemerintah di Korea.

Selain itu, Airlangga juga bertemu dengan sejumlah investor, seperti perusahaan petrokimia Lotte Chemical Corporation, salah satu anak perusahaannya telah melakukan ground breaking pembangunan pabrik polyethylene di Cilegon, Jawa Barat. Dengan rencana investasi sebesar US$ 3,5 miliar, pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengurangan impor produk petrokimia hingga 60%.

Indonesia memang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia serta bisa lebih kompetitif di tingkat ASEAN. “Ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara tujuan investasi seiring upaya pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha kondusif,” ujarnya.

Diagendakan juga Airlangga untuk bertemu dengan perusahaan otomotif Hyundai, yang ingin berinvestasi di Indonesia.  Persahabatan kedua Negara telah  dimulai pada 1966 saat Korea Selatan membuka konsulat pertama di Indonesia. Kerja sama lain dilakukan di bidang pendidikan, kebudayaan, kesenian, dan lainnya.

Sementara, kemajuan di sektor bisnis dan ekonomi ditandai dengan beberapa kerja sama strategis, seperti joint task force untuk mempromosikan kerja sama ekonomi. Belakangan, kedua negara membentuk Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement yang menargetkan perdagangan bilateral hingga US$ 30 Miliar pada 2022.

Selanjutnya, Korea-Indonesia Technology Cooperation Center akan mempromosikan kerja sama lebih lanjut antara kedua negara, mendukung perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia pada teknologi industri, melaksanakan riset dan program pembangunan bersama, dan lainnya.

Hasilnya, Korea Selatan menjadi negara investor terbesar kelima bagi Indonesia dalam lima tahun terakhir. “Investasinya meliputi sektor industri baja, permesinan, karet dan plastik, kayu, kimia, dan elektronika,” kata Airlangga.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

2 comments

  1. Pemerintah semakin mengembangkan sayapnya meningkatkan kerjasama industri dengan luar negeri. Mantap.

  2. Indonesia memang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.