Tol Trans Jawa dan Sumatera Terus Dipersiapkan Untuk Lebaran 2020

Infrastruktur memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program andalan dari pemerintah saat ini untuk memberikan manfaat, memudahkan konektivitas dan meningkatkan kecepatan mobilitas. Presiden Jokowi sangat memahami bahwa pembangunan jalan tol bertujuan untuk memberikan daya ungkit pertumbuhan ekonomi antar daerah, baik untuk pariwisata, industri, mobilitas barang dan jasa, kawasan ekonomi khusus (KEK) serta aktivitas ekonomi lainnya.

Lebaran 2019 kemarin, banyak masyarakat yang mudik sudah merasakan manfaat dari pembangunan jalan tol. Mudik berjalan lancar dan bahkan penilaian yang sama juga diberikan oleh Komisi V DPR RI, bahwa mudik telah berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini jalan Tol Trans Jawa sudah dibangun sepanjang 1.000,7 kilometer dengan ruas yang sudah beroperasi sepanjang 996 kilometer dan sisanya fungsional sepanjang 4,7 kilometer. Terdapat 78 unit Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau biasa kita sebut rest area. Dari 78 unit tersebut sebanyak 56 unit telah beroperasi penuh dan 22 unit sisanya masih dalam proses konstruksi. Sebagaimana kita tahu, adanya rest area sangat menolong pada perjalanan jarak jauh, terutama saat meningkatnya kepadatan jalan tol pada hari libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Rest area memang merupakan bagian dari standar pelayanan jalan tol yang sangat penting dalam mendukung aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara di tol.

Sedangkan pada Jalan Tol Trans Sumatera, dari total 503 kilometer jalan tol yang operasional dan fungsional, tersedia 18 rest area di 281 kilometer ruas operasional. Sedangkan di ruas jalan tol yang masih fungsional sepanjang 222 kilometer bentuknya masih berupa Tempat Istirahat Sementara (TIS).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pada Rabu (24/7/2019), “Tahun depan sudah akan kita operasikan seluruhnya. Rencananya selama arus mudik dan balik Lebaran juga akan dilakukan penutupan sementara sejumlah commercial shop agar pengguna rest area tidak berlama-lama di situ”. Menteri Basuki mengatakan hal ini dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan rest area agar pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2020 dapat berjalan lebih baik

“Untuk menghindari kemacetan kendaraan yang mengantri masuk ke dalam rest area, diperlukan pelebaran jalan dari jarak 2 kilometer sebelum rest area, tanpa mengganggu jalur utama,” ujarnya. Dan untuk memperpendek waktu tinggal pemudik di dalam rest area, sejumlah fasilitas seperti toilet portabel akan diperbanyak.

Selain itu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Japek Elevated) yang bagian atasnya bisa empat lajur kendaraan, akan segera diresmikan November 2019 ini. Diharapkan Tol Japek Elevated ini akan beroperasi dalam waktu dekat yang pastinya akan mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran 2020.

(Vera Herlina/BD)

About Vera Herlina

Partner of Management and Technology Services Vibiz Consulting, Journalist Vibiz Media Network

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.