BKPM Gelar Market Sounding Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Semarang

(Beritadaerah – Semarang) Pemanfaatan sampah menjadi energi listrik di Indonesia saat ini belum dimaksimalkan. Beberapa waktu lalu dalam Rapat Terbatas di Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas perkembangan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama dengan menteri, gubernur, bupati dan walikota.

Untuk pemanfaatan dan mengatasi permasalahan sampah di Kota Semarang yang terus meningkat, digelar acara kegiatan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) : Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama dengan Pemerintah Kota Semarang. Saat ini kapasitas TPA Jatibarang diperkirakan akan melebihi kapasitasnya dalam dua tahun ke depan. Diharapkan teknologi yang akan digunakan investor dapat mengurangi lebih dari 80% timbunan sampah Kota Semarang.

Dalam sambutannya Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM Heldy Satrya Putera menyampaikan bahwa berdasarkan dokumen Outline Business Case (OBC), Pemerintah Kota Semarang menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota, sehingga membuka kesempatan penggunaan teknologi selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati.

“Total investasi yang dibutuhkan akan bergantung pada jenis teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan, pada saat pengajuan proposal dokumen penawaran lelang. Untuk mekanisme pengembalian investasi, dapat  menggunakan tipping fee dengan indikasi kemampuan kapasitas fiskal Pemkot Semarang, yaitu sebesar Rp 100-150 miliar per tahun,” jelas Heldy dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (13/8).

Adapun lingkup proyek yaitu Design, Build, Finance, Operate, Maintain, dan Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 20 tahun ditambah dengan masa konstruksi selama dua tahun. Pengembalian investasi dengan menggunakan mekanisme tipping fee dengan penjaminan (Government Guarantee) dari PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII).

Heldy menambahkan, Market Sounding bertujuan untuk mendapatkan masukan dari pasar terhadap bentuk kerjasama atau teknologi yang akan ditawarkan dan untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar. .

Proyek PSEL Kota Semarang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta salah satu proyek di 12 Kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Sementara itu Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan bahwa proyek KPBU PSEL bukan merupakan proyek KPBU pertama yang dilaksanakan oleh Kota Semarang. Sebelumnya telah dilaksanakan proyek KPBU SPAM Semarang Barat, yang saat ini telah mencapai tahapan Financial Close dan siap untuk beroperasi.

Sebelumnya Kota Semarang telah membangun instalasi PSEL berteknologi Landfill Gas di TPA Jatibarang yang dapat menghasilkan listrik  sebesar 0,8 MegaWatt. PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) antara PT. PLN dengan PT. Bhumi Pandanaran Sejahtera (BUMD Kota Semarang) akan segera dilaksanakan. Walau demikian, PSEL Landfill Gas belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.

Oleh karena itu, proyek pembangunan PSEL diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah Kota Semarang dan dapat menjadi percontohan bagi kota lainnya. Lokasi proyek berada di TPA Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Luas area sekitar 4 Ha dengan produksi sampah yang dihasilkan sekitar 1.000 ton/hari dari sampah padat kota Semarang.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini, antara lain Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Eksekutif Bisnis PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII), Pemerintah Kota Semarang, PricewaterhouseCoopers (PwC) selaku konsultan, perwakilan Kedutaan Besar Australia, Spanyol dan Slovakia, BUMN, perusahaan swasta nasional maupun asing dan lainnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*