Ilstrasi: Industri Otomotif (Dok. Kemenperin)

Kemenperin Bikin Material Center IKM Sektor Logam dan Komponen Otomotif di Tegal

(Beritadaerah – Jawa Tengah) Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) – Kementerian Perindustrian, bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal menginisiasi pembentukan Material Center untuk industri kecil dan menengah (IKM) sektor logam dan komponen alat angkut di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kerja sama ini merupakan upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkelanjutan dan berkualitas untuk sektor IKM tersebut.

 “Sentra IKM logam sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional perlu diperkuat. Tidak hanya dari sisi kompetensi SDM, teknologi mesin dan peralatan, promosi dan kemitraan, tetapi juga dari sisi kemudahan untuk mengakses bahan baku sehingga produktivitas dan daya saing IKM kita terus meningkat,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati WIbawaningsih di Jakarta, Kamis (15/8).

Material Center di Tegal berperan dalam penyediaan bahan baku berbasis logam bagi IKM di sentra Tegal, sekaligus sebagai penyedia jasa logistik yang mengoptimalkan penjemputan bahan baku maupun pengantaran order barang jadi dari IKM kepada mitranya.

Gati menjelaskan Material Center bakal didukung dengan sistem informasi manajemen Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis cloud yang dapat memudahkan pencatatan operasional pusat bahan baku tersebut. “Jadi, ada sistem yang menghubungkan IKM, material center, dan vendor atau supplier yang akan mengoptimalkan koordinasi antar stakeholders. Selain itu, sistem informasi berbasis cloud itu juga sebagai bagian dari penerapan industri 4.0 dalam rantai pasok IKM,” imbuhnya.

Partisipasi pelaku IKM dalam rantai pasok industri otomotif nasional menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia dan bukti kemampuan dalam berinovasi dan melakukan berbagai pengembangan produk komponen sesuai  kebutuhan pasar saat ini.

Industri otomotif terus didorong agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada perekonomian nasional, terutama dari sisi ekspor. Pada tahun 2025, industri otomotif nasional ditargetkan dapat mengekspor satu juta unit mobil dengan porsi 20 persen di antaranya adalah mobil listrik.

Untuk itulah, dalam kurun waktu enam tahun ke depan, ekosistem rantai pasok industri otomotif nasional harus terus berjalan dengan baik. Tentu ini membutuhkan kolaborasi, kerja sama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, sentra produksi IKM logam di Indonesia sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total IKM komponen otomotif sebanyak 450 unit usaha.

 “Kami ingin pembentukan Material Center ini menjadi penanda semangat untuk terus mendukung sektor IKM agar mampu memegang peranan penting dalam pengembangan daya saing industri nasional sehingga mampu kompetitif sampai kancah global,” tegasnya. Diharapkan makin banyak pelaku IKM yang dapat memanfaatkan layanan material center tersebut.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah sangat menyambut baik adanya program pembangunan pusat bahan baku tersebut. Diharapkan nantinya Material Center ini bisa mengurangi angka pengangguran yang kini menjadi salah satu problem genting di Kabupaten Tegal. “Kita targetkan tahun ini harus selesai pembangunannya. Jadi, nanti bisa mengurangi angka pengangguran di sini,” ujarnya.

Menurut Umi, dengan hadirnya Material Center ini juga bisa memberikan kesempatan kepada pelaku IKM lain untuk berkembang lebih besar lagi.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*